Coach Djajang Nurjaman menyatakan menerima 2 dari 4 bek asing yang
ditawarkan oleh agen untuk diseleksi. Kabarnya mereka berdua saat ini
sedang memperkuat timnasnya masing-masing dalam pertandingan
internasional. Kebetulan, negara mereka masing-masing akan saling
berhadapan untuk memperebutkan 1 jatah tiket piala dunia. Aljazair vs
Burkina Faso!!
Setelah mendengar kabar ini, saya menelusuri halaman wikipedia untuk
melihat komposisi bek kedua timnas ini untuk bulan november. Hasilnya,
ada beberapa nama “mencurigakan”.
Dari kubu Burkina Faso, nama pertama yang saya “curigai” yakni Paul
Koulibaly. Pemain bertinggi 180 cm ini bisa bermain sebagai bek kiri
maupun bek tengah. Saat ini ia memperkuat klub Irak Al Shorta. Dan belum
sekalipun bermain. Pemain 27 tahun ini tidak bisa dipandamg sebelah
mata karena telah 45 kali memperkuat timnasnya.
Pemain 27 tahun lainnya yang layak “dicurigai” yakni Ibrahim Gnanou. Ia
merupakan center back bertinggi 186 cm. Sekarang memperkuat klub Gabon
Mounana dan belum sekalipun dimainkan. Ia pun sepertinya sedang
menjalani karir yang buruk karena seperti yang dilansir wikipedia
sepanjang 2013 ia sudah memperkuat 2 klub dan tidak pernah dimainkan.
Namun pemain ini tercatat memliki 23 caps bagi Burkina Faso.
Nama lain adalah Jean-Noel Lingani yang memperkuat klub Guinea Horoya
AC. Namun sayangnya, saya kesulitan mendapatkan identitas lengkapnya. 2
nama lain asal Burkina Faso yang bisa jadi meruapakan bek yang
ditawarkan ke Persib yakni Issa Gouo dan Issoufou Dayo. Sama seperti
Lingani. Kedua pemain tidak diketagui identitasnya secara pasti. Di
situs transfermarkt.com, posisi ketiga pemain ini hanya tertulis
defence. Tidak jelas center, right, atau left back.
Sementara dari Timnas Aljazair. Di halaman wikipedia belum diupdate
skuad untuk pertandingan internasional bulan ini. Bisa jadi, ini karena
pertandingan kedua negara ini baru akan berlangsung 19 November
mendatang.
So, jika calon bek Persib BENAR-BENAR pemain timnas Burkina Faso, maka
seharusnya 1 dari 5 pemain yang saya catat adalah pemain yang dimaksud.
Karena center back lainnya, Bakary Kone tentu akan sulit digapai,
mengingat ia bermain di kompetisi Liga Prancis bersama tim kuat
Olympique Lyonnais.
Kita tunggu saja siapa bek anyar Maung Bandung musim depan!!
Selasa, 18 Maret 2014
DAFTAR PEMAIN SEPAKBOLA KETURUNAN INDONESIA
Penjaga Gawang
Donovan Partosoebroto
Tinggi/Berat: cm / kg
Posisi: Penjaga Gawang
Sekolah: Nova College Hoofddorp
Posisi: Penjaga Gawang
Sekolah: Nova College Hoofddorp
Pemain Favorit: Ronaldinho, Edwin van der Sar
Klub Favorit: Ajax, Barcelona
Karir Klub: Ajak Junior, SV Hoofddorp
Catatan:
Donovan Partosoebroto merupakan didikan
Akademi Sepakbola Ajax Amsterdam. Kebiasaan Donovan bermain bola di
mulai pada usia 5 tahun. Bahkan ketika usia 8 tahun Donovan sudah
menjadi incaran tim-tim besar seperti AZ Alkmaar, FC Utrecht, dan Ajax
Amsterdam. Namun ayahnya yang bernama Priyo Partoseobroto enggan
memasukkan anaknya ke sekolah sepakbola, karena Donovan masih duduk di
sekolah dasar. Dua tahun setelah lulus Sekolah Dasar, barulah Priyo
Partosoebroto memasukkan anaknya ke Akademi Sepakbola Ajax Amsterdam,
yang mampu memberikan jaminan transportasi dan guru pembimbing untuk
menunjang pendidikannya.
Di tahun pertama Donovan bermain di tim
C1 yang ditangani oleh pelatih kiper Fred Grim. Setelah itu ia sempat
ditangani oleh pelatih Will Coorte, sebelum akhirnya dilatih oleh Jan
Splinter. Sekarang ia bermain di SV Hoofddorp. Di usia yang muda,
sesekali ia sempatkan waktu untuk menjadi pelatih kiper di SV D1
Hoofddorp.
Donovan memiliki saudara kembar yang
bernama Vincent Partosoebroto yang juga bermain di Hoofddorp, berposisi
sebagai pemain tengah
Persib Gagal Bujuk Fachrudin
PERSIB kembali kehilangan pemain bidikannya. Bek Persepam
Madura United Fachrudin Wahyudi Ariyanto gagal diboyong ke Bandung.
Persib sempat mengklaim jika Fachrudin bakal menjadi anggota skuad
Persib di Liga Super Indonesia (LSI) 2014.
Kegagalan perekrutan Fachrudin disampaikan langsung Pelatih Djadjang Nurdjaman, Minggu (17/11). “Sepertinya, perekrutan Fachrudin gagal. Sebab, dia dipertahankan Persepam,” katan Djanur.
Sebelumnya, Persib juga gagal mendatangkan Muhamad Roby dari Persisam Putra Samarinda dan Dedi Kusnandar dari Arema Cronous. Selain itu, Persib pun batal merekrut dua pemain asing asal Burkina Faso, Ibrahim Gnanou dan Paul Koulibaly.
Meskipun demikian, Djanur mengaku sudah memiliki pengganti Fachrudin. Rencananya, pemain pengganti itu bakal datang langsung ke Bandung pada akhir pekan depan. Belum jelas siapa pemain yang dimaksud.
Kegagalan perekrutan Fachrudin disampaikan langsung Pelatih Djadjang Nurdjaman, Minggu (17/11). “Sepertinya, perekrutan Fachrudin gagal. Sebab, dia dipertahankan Persepam,” katan Djanur.
Sebelumnya, Persib juga gagal mendatangkan Muhamad Roby dari Persisam Putra Samarinda dan Dedi Kusnandar dari Arema Cronous. Selain itu, Persib pun batal merekrut dua pemain asing asal Burkina Faso, Ibrahim Gnanou dan Paul Koulibaly.
Meskipun demikian, Djanur mengaku sudah memiliki pengganti Fachrudin. Rencananya, pemain pengganti itu bakal datang langsung ke Bandung pada akhir pekan depan. Belum jelas siapa pemain yang dimaksud.
Persib Bandung
Sejarah
Persib Bandung, atau sering disingkat menjadi Persib (Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung) adalah salah satu tim sepak bola Indonesia. Catatan prestasi tim ini relatif stabil di papan atas sepak bola Indonesia, sejak era Perserikatan sampai ke Liga Indonesia masa kini.
Stadion si Jalak Harupat (bird eye)
Persib Bandung, atau sering disingkat menjadi Persib (Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung) adalah salah satu tim sepak bola Indonesia. Catatan prestasi tim ini relatif stabil di papan atas sepak bola Indonesia, sejak era Perserikatan sampai ke Liga Indonesia masa kini.
Sebelum bernama Persib Bandung,
di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada
sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan
kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah
Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi
Sartika, yakni R. Atot.
Atot
pulalah yang tercatat sebagai Komisaris Daerah Jawa Barat yang pertama.
BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depan tribun pacuan kuda. Tim
BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti
Yogyakarta dan Jatinegara, Jakarta.
Pada
tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (sekarang
Persebaya), MIVB (PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo),
dan PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam
pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam
pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian
kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil
masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari
VIJ Jakarta.
BIVB
kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai
nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung
(PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933,
kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan
yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai
Ketua Umum. Klub-klub yang bergabung ke dalam Persib adalah SIAP,
Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan
Merapi.
Persib
kembali masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1934, dan
kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali masuk
final dan menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937,
Persib berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas
kekalahan atas Persis.
Di
Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang
dimotori oleh orang-orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung &
Omstreken (VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib.
Seolah-olah Persib merupakan perkumpulan "kelas dua". VBBO sering
mengejek Persib. Maklumlah pertandingan-pertandingan yang dilangsungkan
oleh Persib ketika itu sering dilakukan di pinggiran Bandung, seperti
Tegallega dan Ciroyom. Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan
pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang di dalam
Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan di
pusat kota, UNI dan SIDOLIG.
Persib
memenangkan "perang dingin" dan menjadi perkumpulan sepak bola
satu-satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang
tadinya bernaung di bawah VBBO seperti UNI dan SIDOLIG pun bergabung
dengan Persib. Bahkan VBBO (sempat berganti menjadi PSBS sebagai suatu
strategi) kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka
pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG (kini
Stadion Persib), dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Situasi
ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.
Ketika
Indonesia jatuh ke tangan Jepang, kegiatan persepak bolaan yang
dinaungi organisasi dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini
tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga di seluruh tanah air.
Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah
Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan
olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.
Tapi
sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu
saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti
dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan
misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.
Pada
masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali
menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib
untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar di berbagai kota,
sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di
Yogyakarta. Pada masa itu prajurit-prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota
perjuangan Yogyakarta.
Baru
tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang
kemudian membesarkannya. Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO
diupayakan hidup lagi oleh Belanda (NICA) meski dengan nama yang
berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan
nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya
tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali
atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng
dengan Ketua Munadi.
Perjuangan
Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu
perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat
nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, dekade 1950-an
ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953-1957 itulah Persib
mengakhiri masa pindah-pindah sekretariat. Wali Kota Bandung saat itu R.
Enoch, membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas
upaya R. Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang
sampai sekarang berada di Jalan Gurame.
Pada
masa itu, reputasi Persib sebagai salah satu jawara kompetisi
perserikatan mulai dibangun. Selama kompetisi perserikatan, Persib
tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1961,
1986, 1990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain itu
Persib berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 1950, 1959, 1966,
1983, dan 1985.
Keperkasaan
tim Persib yang dikomandoi Robby Darwis pada kompetisi perserikatan
terakhir terus berlanjut dengan keberhasilan mereka merengkuh juara
Liga Indonesia pertama pada tahun 1995. Persib yang saat itu tidak
diperkuat pemain asing berhasil menembus dominasi tim tim eks galatama
yang merajai babak penyisihan dan menempatkan tujuh tim di babak
delapan besar. Persib akhirnya tampil menjadi juara setelah mengalahkan
Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamso pada
menit ke-76.
Sayangnya
setelah juara, prestasi Persib cenderung menurun. Puncaknya terjadi
saat mereka hampir saja terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003.
Beruntung, melalui drama babak playoff, tim berkostum biru-biru ini
berhasil bertahan di Divisi Utama.
Sebagai
tim yang dikenal baik, Persib juga dikenal sebagai klub yang sering
menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik yunior maupun senior.
Sederet nama seperti Risnandar Soendoro, Nandar Iskandar, Adeng Hudaya,
Heri Kiswanto, Ajat Sudrajat, Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia, Robby
Darwis, Budiman, Nur'alim, Yaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan
dan Eka Ramdani merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan
Persib.Sampai saat ini Persib Bandung adalah tim Indonesia yang bisa di
bilang paling dibanggakan oleh Indonesia karena prestasi dan
kemampuannya.
Stadion dan Mess
Hingga
saat ini, Persib masih menggunakan Stadion Si Jalak Harupat untuk
memainkan laga kandangnya. Setelah sebelumnya memakai Stadion Siliwangi.
Pada
Indonesian Super League 2008/2009, Persib terpaksa harus meninggalkan
Stadion Siliwangi setelah terjadi kerusuhan ketika menjamu Persija
Jakarta pada pekan kedua. Ditambah situasi politik yang sedang memanas
akibat berlangsungnya Pemilu 2009, Kepolisian Kota Bandung tidak lagi
mengeluarkan surat izin menyelenggarakan pertandingan di Stadion
Siliwangi bagi Persib. Sebagai alternatif, dipilihlah Stadion Si Jalak
Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, sebagai "home-base" hingga akhir
musim kompetisi.
Berdasarkan
permasalahan itulah Pemerintah Kota Bandung berencana membangun Sarana
Olahraga baru, termasuk stadion, di kawasan Gedebage. Stadion itu
sendiri, yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada awal 2008, ini
diproyeksikan untuk menjadi home-base Persib serta untuk
menyelenggarakan SEA Games tahun 2011 nanti. Stadion ini juga
direncanakan untuk digunakan pada Porprov Jawa Barat 2010. Saat ini,
kontrak pembangunan stadion yang rencananya akan diberi nama West Java Stadium
ini telah diperoleh PT Adhi Karya Tbk dengan nilai Rp495,945 miliar.
Diperkirakan, pembangunan stadion ini akan memakan waktu 883 hari.
Untuk
lapangan latihan, Persib menggunakan Stadion Persib di Jl. Ahmad Yani.
Stadion yang dulunya dikenal dengan nama Stadion Sidolig ini
direnovasi sejak tahun lalu. Kini di stadion tersebut terdapat lapangan
latihan dengan rumput baru dan trek berlari serta di sampingnya
terdapat mess untuk tempat tinggal para pemain dan staff Persib serta
untuk kantor. Pada pertengahan bulan Juli diadakan rencana renovasi
tahap kedua, yaitu merenovasi bagian depan stadion yang sekarang ini
hanya merupakan ruko-ruko tempat menjual kaos Persib dll. Rencana ini
menimbulkan kerisauan bagi para pedagang di sekitar Stadion Persib
karena mereka tidak akan mendapat penghasilan jika diwajibkan
mengosongkan lahan bisnis mereka.
Sejak
diresmikan, pernah bocor dan ambruk akibat pipa air yang bocor. Belum
lagi masalah rumput lapangan yang mengering karena terlamess persib
sudah beberapa kali mendapatkan masalah. Atap ruang VIP di mess itu
sering dipakai. Akhir-akhir ini atap mess juga bocor akibat musim
hujan, sehingga menyebabkan licinnya lantai dan terganggunya aktivitas.
Letak Stadion Persib yang berada di Jl. Ahmad Yani yang merupakan pusat
keramaian juga membuat istirahat para pemain terganggu dan mudahnya
para bobotoh untuk masuk ke dalam stadion.
Prestasi
Salah
satu catatan unik dari tim ini adalah ketika menjuarai kompetisi sepak
bola Perserikatan yang untuk terakhir kalinya diadakan, yaitu pada
tahun 1993/1994. Dalam pertandingan final, Persib yang
ditulang-punggungi oleh pemain-pemain seperti Sutiono Lamso dan Robby
Darwis mengalahkan PSM Makassar. Kompetisi sepak bola Galatama dan
tim-tim Perserikatan di Indonesia kemudian dilebur menjadi Liga
Indonesia (LI). Pada laga kompetisi LI pertama tahun 1994/1995, Persib
kembali menorehkan catatan sebagai juara setelah dalam pertandingan
final mengalahkan Petrokimia Putra Gresik dimana gol tunggal pada
pertandingan tersebut dicetak oleh Sutiono. Persib juga merupakan salah
satu klub Indonesia yang berhasil mencapai babak perempat final Liga
Champions Asia.
wikipedia persib
Wikipedia Persib Bandung Persib Bandung Nama lengkap Persatuan Sepak
Bola Indonesia Bandung Julukan Maung Bandung Pangeran Biru Didirikan14
Maret 1933 Stadion Stadion Gelora Bandung Lautan Api Gedebage, Bandung,
Indonesia (Kapasitas: 38.000) Direktur Jendral Glenn Sugita Manajer Umuh
Muchtar Pelatih Djajang Nurjaman Liga Liga Super Indonesia Posisi
2011-12 Peringkat 8 Situs web Situs web resmi klub Kelompok suporter
Viking Persib Club, THE BOMBER (Bobotoh Maung Bandung Bersatu) Ultras
Mengenal Lebih dalam Profil Fortune Udo
Dilansir Wikipedia, Fortune lahir di Abuja, Nigeria, pada 2 Februari 1988. Ia kini berusia 25 tahun. Meski masih muda, ia terbilang kenyang pengalaman bermain sepakbola di sejumlah negara.
Di negaranya, Fortune pernah memperkuat Jos United (1998-2005) dengan 98 penampilan dan 23 gol dan Sporting Afrique (2006) dengan 55 penampilan dan 44 gol. Ia juga tercatat pernah memperkuat Thessenson Khalsa dan Bhalestier Khalsa pada 2007.
Selain klub Nigeria, ia juga pernah memperkuat klub di negara lain seperti Negeri Sembilan FC (Malaysia) pada 2008 dan Binh Duong (Vietnam) pada 2012. Terakhir ia memperkuat Ironi Rahmat Hasharon (Israel) sebelum bergabung dengan Persib.
Di Indonesia, nama Fortune Udo sebenarnya sudah tidak asing lagi. Ia pernah memperkuat beberapa klub. Ia tercatat jadi pemain Arema pada 2009. Dari 12 penampilannya, ia menyumbangkan empat gol. Fortune juga pernah memperkuat klub asal Bandung yaitu Persikab Kabupaten Bandung pada 2009-2010. Total ia menyumbangkan 38 gol dari 20 penampilannya.
Namanya kemudian sempat melambung bersama Persiba Bantul pada 2010-2011 pada Liga Ti-Phone atau kompetisi Divisi Utama. Fortune saat itu tampil sebagai topskor dengan torehan 25 golnya.
Karir pria 185 centimeter itu lalu berlanjut ke Vietnam dan Israel. Pada 2012, Fortune sebenarnya nyaris berkostum Persisam Samarinda yang saat itu tertarik menggunakan jasanya. Tapi kepindahannya gagal karena terganjal proses administrasi dari klub Vietnam yang diperkuat Fortune.
Tapi kini, ia kembali ke Indonesia untuk memperkuat 'Maung Bandung'. Apakah ia akan mampu jadi mesin gol sekaligus idola bobotoh? Kita tunggu pembuktiannya!
persib inginkan fabio santos
Sabtu, 2 November 2013 − 16:55 WIB
Pelatih Persib Jajang 'Djanur' Nurdjaman
Selain Gesio, Djanur sendiri sebelumnya mengakui total ada lima nama bek yang sudah dikantonginya. Namun, siapa benteng yang paling diinginkan Djanur sesungguhnya? Kabarnya Gesio bukan pemain yang masuk daftar utama.
Bukan pula Bio Paulin, bek Persipura Jayapura yang sempat memikat hati Manajer Persib, Umuh Muchtar setelah muncul kabar jika Bio lebih suka meninggalkan Mutiara Hitam demi merasakan suasana baru
Isunya pemain tersebut adalah Fabio Santos da Silva. Pemain yang belum berpengalaman bermain di Indonesia dan pernah satu klub dengan Naser Al Sebai saat membela klub Divisi Utama Liga Suriah, Al Karamah.
Berdasarkan catatan wikipedia, Fabio berusia 32 tahun dan memiliki postur cukup menjulang yakni 204 cm. Saat ini Fabio bermain di kompetisi Liga Lebanon bersama klub, Nejmeh SC.
Pelatih Djadjang Nurdjaman pun tak menampik jika Fabio masuk dalam daftar bek yang dipertimbangkannya untuk direkrut. Meski begitu, soal perekrutan pemain asing berikutnya, Djanur tetap harus menyesuaikannya dengan aturan pengunaan pemain asing yang sampai saat ini belum dirilis PSSI maupun PT. Liga Indonesia.
“Fabio memang termasuk salah satu pemain yang kita pantau. Tapi untuk perekrutan pemain asing berikutnya, sekali lagi kita harus menunggu dan menyesuaikannya dengan aturan pemain asing musim depan,” jelas Djanur.
Saat ini, Persib sendiri sudah diperkuat oleh tiga pemain asing diantaranya Naser Al Sebai (Suriah), Konate Makan (Mali) dan Djibril Coulibaly (Mali).
Langganan:
Postingan (Atom)

