Selasa, 18 Maret 2014

INIKAH BEK ASING PERSIB?

Coach Djajang Nurjaman menyatakan menerima 2 dari 4 bek asing yang ditawarkan oleh agen untuk diseleksi. Kabarnya mereka berdua saat ini sedang memperkuat timnasnya masing-masing dalam pertandingan internasional. Kebetulan, negara mereka masing-masing akan saling berhadapan untuk memperebutkan 1 jatah tiket piala dunia. Aljazair vs Burkina Faso!!
Setelah mendengar kabar ini, saya menelusuri halaman wikipedia untuk melihat komposisi bek kedua timnas ini untuk bulan november. Hasilnya, ada beberapa nama “mencurigakan”.
Dari kubu Burkina Faso, nama pertama yang saya “curigai” yakni Paul Koulibaly. Pemain bertinggi 180 cm ini bisa bermain sebagai bek kiri maupun bek tengah. Saat ini ia memperkuat klub Irak Al Shorta. Dan belum sekalipun bermain. Pemain 27 tahun ini tidak bisa dipandamg sebelah mata karena telah 45 kali memperkuat timnasnya.
Pemain 27 tahun lainnya yang layak “dicurigai” yakni Ibrahim Gnanou. Ia merupakan center back bertinggi 186 cm. Sekarang memperkuat klub Gabon Mounana dan belum sekalipun dimainkan. Ia pun sepertinya sedang menjalani karir yang buruk karena seperti yang dilansir wikipedia sepanjang 2013 ia sudah memperkuat 2 klub dan tidak pernah dimainkan. Namun pemain ini tercatat memliki 23 caps bagi Burkina Faso.
Nama lain adalah Jean-Noel Lingani yang memperkuat klub Guinea Horoya AC. Namun sayangnya, saya kesulitan mendapatkan identitas lengkapnya. 2 nama lain asal Burkina Faso yang bisa jadi meruapakan bek yang ditawarkan ke Persib yakni Issa Gouo dan Issoufou Dayo. Sama seperti Lingani. Kedua pemain tidak diketagui identitasnya secara pasti. Di situs transfermarkt.com, posisi ketiga pemain ini hanya tertulis defence. Tidak jelas center, right, atau left back.
Sementara dari Timnas Aljazair. Di halaman wikipedia belum diupdate skuad untuk pertandingan internasional bulan ini. Bisa jadi, ini karena pertandingan kedua negara ini baru akan berlangsung 19 November mendatang.
So, jika calon bek Persib BENAR-BENAR pemain timnas Burkina Faso, maka seharusnya 1 dari 5 pemain yang saya catat adalah pemain yang dimaksud. Karena center back lainnya, Bakary Kone tentu akan sulit digapai, mengingat ia bermain di kompetisi Liga Prancis bersama tim kuat Olympique Lyonnais.
Kita tunggu saja siapa bek anyar Maung Bandung musim depan!!

DAFTAR PEMAIN SEPAKBOLA KETURUNAN INDONESIA

Penjaga Gawang Donovan Partosoebroto

Tempat Tanggal Lahir: Noord-Holland, 8 April 1989
Tinggi/Berat:  cm /  kg
Posisi: Penjaga Gawang
Sekolah:  Nova College Hoofddorp
Pemain Favorit: Ronaldinho, Edwin van der Sar
Klub Favorit: Ajax, Barcelona
Karir Klub: Ajak Junior, SV Hoofddorp
Catatan:
Donovan Partosoebroto merupakan didikan Akademi Sepakbola Ajax Amsterdam. Kebiasaan Donovan bermain bola di mulai pada usia 5 tahun. Bahkan ketika usia 8 tahun Donovan sudah menjadi incaran tim-tim besar seperti AZ Alkmaar, FC Utrecht, dan Ajax Amsterdam. Namun ayahnya yang bernama Priyo Partoseobroto enggan memasukkan anaknya ke sekolah sepakbola, karena Donovan masih duduk di sekolah dasar. Dua tahun setelah lulus Sekolah Dasar, barulah Priyo Partosoebroto memasukkan anaknya ke Akademi Sepakbola Ajax Amsterdam, yang mampu memberikan jaminan transportasi dan guru pembimbing untuk menunjang pendidikannya.
Di tahun pertama Donovan bermain di tim C1 yang ditangani oleh pelatih kiper Fred Grim. Setelah itu ia sempat ditangani oleh pelatih Will Coorte, sebelum akhirnya dilatih oleh Jan Splinter. Sekarang ia bermain di SV Hoofddorp. Di usia yang muda, sesekali ia sempatkan waktu untuk menjadi pelatih kiper di SV D1 Hoofddorp.
Donovan memiliki saudara kembar yang bernama Vincent Partosoebroto yang juga bermain di Hoofddorp, berposisi sebagai pemain tengah

Persib Gagal Bujuk Fachrudin

PERSIB kembali kehilangan pemain bidikannya. Bek Persepam Madura United Fachrudin Wahyudi Ariyanto gagal diboyong ke Bandung. Persib sempat mengklaim jika Fachrudin bakal menjadi anggota skuad Persib di Liga Super Indonesia (LSI) 2014.

Fachrudin Wahyudi Ariyanto batal gabung ke Persib Bandung. (wikipedia)
Fachrudin Wahyudi Ariyanto batal gabung ke Persib Bandung. (wikipedia)
Kegagalan perekrutan Fachrudin disampaikan langsung Pelatih Djadjang Nurdjaman, Minggu (17/11). “Sepertinya, perekrutan Fachrudin gagal. Sebab, dia dipertahankan Persepam,” katan Djanur.
Sebelumnya, Persib juga gagal mendatangkan Muhamad Roby dari Persisam Putra Samarinda dan Dedi Kusnandar dari Arema Cronous. Selain itu, Persib pun batal merekrut dua pemain asing asal Burkina Faso, Ibrahim Gnanou dan Paul Koulibaly.
Meskipun demikian, Djanur mengaku sudah memiliki pengganti Fachrudin. Rencananya, pemain pengganti itu bakal datang langsung ke Bandung pada akhir pekan depan. Belum jelas siapa pemain yang dimaksud.

Persib Bandung

Sejarah
Persib Bandung, atau sering disingkat menjadi Persib (Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung) adalah salah satu tim sepak bola Indonesia. Catatan prestasi tim ini relatif stabil di papan atas sepak bola Indonesia, sejak era Perserikatan sampai ke Liga Indonesia masa kini.


Sebelum bernama Persib Bandung, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.
Atot pulalah yang tercatat sebagai Komisaris Daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara, Jakarta.
Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (sekarang Persebaya), MIVB (PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), dan PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.
BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub-klub yang bergabung ke dalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.
Persib kembali masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1934, dan kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali masuk final dan menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas kekalahan atas Persis.
Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang-orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah-olah Persib merupakan perkumpulan "kelas dua". VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan-pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib ketika itu sering dilakukan di pinggiran Bandung, seperti Tegallega dan Ciroyom. Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang di dalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan di pusat kota, UNI dan SIDOLIG.
Persib memenangkan "perang dingin" dan menjadi perkumpulan sepak bola satu-satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung di bawah VBBO seperti UNI dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO (sempat berganti menjadi PSBS sebagai suatu strategi) kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.
Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang, kegiatan persepak bolaan yang dinaungi organisasi dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga di seluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.
Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.
Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar di berbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta. Pada masa itu prajurit-prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta.
Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya. Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda (NICA) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.
Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, dekade 1950-an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953-1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah-pindah sekretariat. Wali Kota Bandung saat itu R. Enoch, membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya R. Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang berada di Jalan Gurame.
Pada masa itu, reputasi Persib sebagai salah satu jawara kompetisi perserikatan mulai dibangun. Selama kompetisi perserikatan, Persib tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1961, 1986, 1990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain itu Persib berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 1950, 1959, 1966, 1983, dan 1985.
Keperkasaan tim Persib yang dikomandoi Robby Darwis pada kompetisi perserikatan terakhir terus berlanjut dengan keberhasilan mereka merengkuh juara Liga Indonesia pertama pada tahun 1995. Persib yang saat itu tidak diperkuat pemain asing berhasil menembus dominasi tim tim eks galatama yang merajai babak penyisihan dan menempatkan tujuh tim di babak delapan besar. Persib akhirnya tampil menjadi juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamso pada menit ke-76.
Sayangnya setelah juara, prestasi Persib cenderung menurun. Puncaknya terjadi saat mereka hampir saja terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003. Beruntung, melalui drama babak playoff, tim berkostum biru-biru ini berhasil bertahan di Divisi Utama.
Sebagai tim yang dikenal baik, Persib juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti Risnandar Soendoro, Nandar Iskandar, Adeng Hudaya, Heri Kiswanto, Ajat Sudrajat, Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia, Robby Darwis, Budiman, Nur'alim, Yaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan dan Eka Ramdani merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib.Sampai saat ini Persib Bandung adalah tim Indonesia yang bisa di bilang paling dibanggakan oleh Indonesia karena prestasi dan kemampuannya.

Stadion dan Mess

Stadion si Jalak Harupat (bird eye)
Hingga saat ini, Persib masih menggunakan Stadion Si Jalak Harupat untuk memainkan laga kandangnya. Setelah sebelumnya memakai Stadion Siliwangi.
Pada Indonesian Super League 2008/2009, Persib terpaksa harus meninggalkan Stadion Siliwangi setelah terjadi kerusuhan ketika menjamu Persija Jakarta pada pekan kedua. Ditambah situasi politik yang sedang memanas akibat berlangsungnya Pemilu 2009, Kepolisian Kota Bandung tidak lagi mengeluarkan surat izin menyelenggarakan pertandingan di Stadion Siliwangi bagi Persib. Sebagai alternatif, dipilihlah Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, sebagai "home-base" hingga akhir musim kompetisi.
Berdasarkan permasalahan itulah Pemerintah Kota Bandung berencana membangun Sarana Olahraga baru, termasuk stadion, di kawasan Gedebage. Stadion itu sendiri, yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada awal 2008, ini diproyeksikan untuk menjadi home-base Persib serta untuk menyelenggarakan SEA Games tahun 2011 nanti. Stadion ini juga direncanakan untuk digunakan pada Porprov Jawa Barat 2010. Saat ini, kontrak pembangunan stadion yang rencananya akan diberi nama West Java Stadium ini telah diperoleh PT Adhi Karya Tbk dengan nilai Rp495,945 miliar. Diperkirakan, pembangunan stadion ini akan memakan waktu 883 hari.
Untuk lapangan latihan, Persib menggunakan Stadion Persib di Jl. Ahmad Yani. Stadion yang dulunya dikenal dengan nama Stadion Sidolig ini direnovasi sejak tahun lalu. Kini di stadion tersebut terdapat lapangan latihan dengan rumput baru dan trek berlari serta di sampingnya terdapat mess untuk tempat tinggal para pemain dan staff Persib serta untuk kantor. Pada pertengahan bulan Juli diadakan rencana renovasi tahap kedua, yaitu merenovasi bagian depan stadion yang sekarang ini hanya merupakan ruko-ruko tempat menjual kaos Persib dll. Rencana ini menimbulkan kerisauan bagi para pedagang di sekitar Stadion Persib karena mereka tidak akan mendapat penghasilan jika diwajibkan mengosongkan lahan bisnis mereka.
Sejak diresmikan, pernah bocor dan ambruk akibat pipa air yang bocor. Belum lagi masalah rumput lapangan yang mengering karena terlamess persib sudah beberapa kali mendapatkan masalah. Atap ruang VIP di mess itu sering dipakai. Akhir-akhir ini atap mess juga bocor akibat musim hujan, sehingga menyebabkan licinnya lantai dan terganggunya aktivitas. Letak Stadion Persib yang berada di Jl. Ahmad Yani yang merupakan pusat keramaian juga membuat istirahat para pemain terganggu dan mudahnya para bobotoh untuk masuk ke dalam stadion.

Prestasi

Salah satu catatan unik dari tim ini adalah ketika menjuarai kompetisi sepak bola Perserikatan yang untuk terakhir kalinya diadakan, yaitu pada tahun 1993/1994. Dalam pertandingan final, Persib yang ditulang-punggungi oleh pemain-pemain seperti Sutiono Lamso dan Robby Darwis mengalahkan PSM Makassar. Kompetisi sepak bola Galatama dan tim-tim Perserikatan di Indonesia kemudian dilebur menjadi Liga Indonesia (LI). Pada laga kompetisi LI pertama tahun 1994/1995, Persib kembali menorehkan catatan sebagai juara setelah dalam pertandingan final mengalahkan Petrokimia Putra Gresik dimana gol tunggal pada pertandingan tersebut dicetak oleh Sutiono. Persib juga merupakan salah satu klub Indonesia yang berhasil mencapai babak perempat final Liga Champions Asia.

wikipedia persib

Wikipedia Persib Bandung Persib Bandung Nama lengkap Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung Julukan Maung Bandung Pangeran Biru Didirikan14 Maret 1933 Stadion Stadion Gelora Bandung Lautan Api Gedebage, Bandung, Indonesia (Kapasitas: 38.000) Direktur Jendral Glenn Sugita Manajer Umuh Muchtar Pelatih Djajang Nurjaman Liga Liga Super Indonesia Posisi 2011-12 Peringkat 8 Situs web Situs web resmi klub Kelompok suporter Viking Persib Club, THE BOMBER (Bobotoh Maung Bandung Bersatu) Ultras

Mengenal Lebih dalam Profil Fortune Udo

Fortune Udo (kanan) (Foto: Oris Riswan/Okezone) Fortune Udo (kanan) (Foto: Oris Riswan/Okezone) BANDUNG - Persib Bandung resmi mengikat Fortune Udo menggantikan Coulibaly Djibril yang dicoret karena cedera berkepanjangan. Lantas seperti apa sosok Fortune?

Dilansir Wikipedia, Fortune lahir di Abuja, Nigeria, pada 2 Februari 1988. Ia kini berusia 25 tahun. Meski masih muda, ia terbilang kenyang pengalaman bermain sepakbola di sejumlah negara.

Di negaranya, Fortune pernah memperkuat Jos United (1998-2005) dengan 98 penampilan dan 23 gol dan Sporting Afrique (2006) dengan 55 penampilan dan 44 gol. Ia juga tercatat pernah memperkuat Thessenson Khalsa dan Bhalestier Khalsa pada 2007.

Selain klub Nigeria, ia juga pernah memperkuat klub di negara lain seperti Negeri Sembilan FC (Malaysia) pada 2008 dan Binh Duong (Vietnam) pada 2012. Terakhir ia memperkuat Ironi Rahmat Hasharon (Israel) sebelum bergabung dengan Persib.

Di Indonesia, nama Fortune Udo sebenarnya sudah tidak asing lagi. Ia pernah memperkuat beberapa klub. Ia tercatat jadi pemain Arema pada 2009. Dari 12 penampilannya, ia menyumbangkan empat gol. Fortune juga pernah memperkuat klub asal Bandung yaitu Persikab Kabupaten Bandung pada 2009-2010. Total ia menyumbangkan 38 gol dari 20 penampilannya.

Namanya kemudian sempat melambung bersama Persiba Bantul pada 2010-2011 pada Liga Ti-Phone atau kompetisi Divisi Utama. Fortune saat itu tampil sebagai topskor dengan torehan 25 golnya.

Karir pria 185 centimeter itu lalu berlanjut ke Vietnam dan Israel. Pada 2012, Fortune sebenarnya nyaris berkostum Persisam Samarinda yang saat itu tertarik menggunakan jasanya. Tapi kepindahannya gagal karena terganjal proses administrasi dari klub Vietnam yang diperkuat Fortune.

Tapi kini, ia kembali ke Indonesia untuk memperkuat 'Maung Bandung'. Apakah ia akan mampu jadi mesin gol sekaligus idola bobotoh? Kita tunggu pembuktiannya!

persib inginkan fabio santos

Sabtu,  2 November 2013  −  16:55 WIB
Djanur ingin Persib dibentengi Fabio Santos
Pelatih Persib Jajang 'Djanur' Nurdjaman
Sindonews.com – Persib Bandung baru saja kedatangan pemain seleksi asal Brasil, Gesio Carvalho. Eks pemain Persebaya Surabaya tersebut, sudah menjalani seleksi saat digelar tes fisik di Lapang Futsal Asia Afrika, Sabtu pagi (2/11).

Selain Gesio, Djanur sendiri sebelumnya mengakui total ada lima nama bek yang sudah dikantonginya. Namun, siapa benteng yang paling diinginkan Djanur sesungguhnya? Kabarnya Gesio bukan pemain yang masuk daftar utama.

Bukan pula Bio Paulin, bek Persipura Jayapura yang sempat memikat hati Manajer Persib, Umuh Muchtar setelah muncul kabar jika Bio lebih suka meninggalkan Mutiara Hitam demi merasakan suasana baru

Isunya pemain tersebut adalah Fabio Santos da Silva. Pemain yang belum berpengalaman bermain di Indonesia dan pernah satu klub dengan Naser Al Sebai saat membela klub Divisi Utama Liga Suriah, Al Karamah.

 Berdasarkan catatan wikipedia, Fabio berusia 32 tahun dan memiliki postur cukup menjulang yakni 204 cm. Saat ini Fabio bermain di kompetisi Liga Lebanon bersama klub, Nejmeh SC.

Pelatih Djadjang Nurdjaman pun tak menampik jika Fabio masuk dalam daftar bek yang dipertimbangkannya untuk direkrut. Meski begitu, soal perekrutan pemain asing berikutnya, Djanur tetap harus menyesuaikannya dengan aturan pengunaan pemain asing yang sampai saat ini belum dirilis PSSI maupun PT. Liga Indonesia.

“Fabio memang termasuk salah satu pemain yang kita pantau. Tapi untuk perekrutan pemain asing berikutnya, sekali lagi kita harus menunggu dan menyesuaikannya dengan aturan pemain asing musim depan,” jelas Djanur.

 Saat ini, Persib sendiri sudah diperkuat oleh tiga pemain asing diantaranya Naser Al Sebai (Suriah), Konate Makan (Mali) dan Djibril Coulibaly (Mali).
 
Design by : Boedy Acoy | copyright@2010 | Support by : Blogger